Tak Peduli Profesi, Seorang Ibu tetap lah Ibu

oleh
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares

Humas_Rutanbaturaja – Bubun. Itulah panggilan akrab dari Retno Dwi Astuti, wanita kelahiran 26 Februari 1986 di Jambi ini sehari-hari merupakan Pegawai Rumah Tahanan Negara Klas IIB Baturaja yang berurusan dengan perawatan narapidana dan tahanan Karena profesinya sebagai perawat yang mau tidak mau beliau harus professional dalam menjalankan tugasnya

Ditengah kesibukannya mengurus narapidana yang selanjutnya disebut Warga Binaan yang sakit, wanita 32 tahun ini tidak lepas dari kesibukan rumah tangganya mengurus 2 orang anak yang masih berusia 6 tahun dan 2 tahun.

Tak mudah bagi seorang ibu tentunya ketika  harus membagi tugas kerja dan mengasuh anak. Tak jarang ibu Retno harus dipanggil ke kantor kembali selepas pulang karena adanya Warga Binaan yang mendadak sakit atau kekantor karena adanya tahanan masuk yang harus diperiksa kesehatannya sebelum diterima masuk ke dalam rutan yang tentunya masuknya tahanan operan itu bukan hanya di jam kerja.

“terkadang capek, harus kekantor lagi padahal dirumah juga anak-anak menunggu, tapi ya namanya pekerjaan dan harus professional itu prinsip saya, pelayanan harus tetap saya kedepankan’’ ujar retno.

Harus berperan ganda , tidak pernah menyurutkan semangat ibu retno dalam memberikan pelayanan prima untuk Warga Binaan.

“Keluarga itu penting, tapi pekerjaan ini juga bagi saya adalah bagian dari hidup saya, saya membesarkan anak-anak juga dari pekerjaan ini terlepas dari apa yang menjadi kewajiban saya sebagai seorang Ibu” kata Retno.

Sosok petugas wanita yang bekerja menjaga Narapidana terkadang dipandang mempunyai karakter keras, namun dibalik itu semua seorang ibu tetaplah seorang Ibu, terkadang harus dihadapkan pada dua pilihan antara memilih anak dan narapidana dan tak jarang menghadapi persoalan di rumah tangga, namun Ibu Retno sbagai seorang petugas Rutan selalu  menimbang diri bahwa persoalan yang dihadapi apakah di rumah tangga atau pekerjaan ternyata tidak sebanding dengan persoalan para Napi. Hal itulah yang terus dipegang oleh Ibu dari 2 orang anak ini.