PERAYAAN HARI RAYA IDUL FITRI 1438H DI RUTAN KELAS IIB BATURAJA

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Momen libur hari raya Idul Fitri 1438 H tahun ini di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Baturaja semakin meriah dan ramai, suasana suka cita terlihat jelas dari kegembiraan para pengunjung yang datang untuk membesuk keluarga dan kerabat mereka yang saat ini masih menjalani masa hukuman. Sejak pagi dimulai setelah sholat idul fitri 1 Syawal 1438 H atau bertepatan dengan hari Minggu, 25 Juni 2017 layanan kunjungan telah dibuka pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Baturaja. Karutan (Herdianto) terus memantau pelaksanaan layanan kunjungan yang telah dibuka sejak pagi pukul 08.00 WIB  sampai jam 15.00 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel Dr. H. Sudirman D Hury menghimbau kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se Sumsel, “bahwa kunjungan pada hari libur lebaran idul fitri 1438 H yang tidak seperti biasanya oleh karena itu selalu waspada, tingkatkan keamanan dan ketertiban agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan”, tegas Sudirman. Pantauan pada hari kedua idul fitri 1438H dari Rutan Kelas IIB Baturaja info dari tim satgas Kantor Wilayah (Yoshar Jr dan Haziwirin) menyampaikan jumlah pengunjung meningkat, pengunjung masih ada yang antri dengan tertib sehingga suasana tetap berjalan lancar dan aman terkendali.
Pelaksanaan pengamanan pada hari raya idul fitri 1438H di Rutan kelas IIB Baturaja dibantu dengan 2 (dua) orang  tim satgas pengamanan (Yoshar dan Haziwirin) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan yang sekaligus melaksanakan pemantauan berdasarkan surat perintah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Nomor W6-PK.01.10-0142 tanggal 22 Juni 2017 hal, tim satgas pengamanan hari raya idul fitri 1438 H di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan.
Selain itu Remisi khusus Idul Fitri diberikan kepada narapidana muslim yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara. Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77).