Cegah Covid-19, 45 Narapidana Rutan Baturaja Diasimilasikan Dirumah

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Humas_RutanBaturaja – Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sebanyak 45 narapidana rumah tahanan (Rutan) Klas IIB Baturaja di Asimilasikan ke rumah, Senin (06/04/2020).

Hal itu menyusul keluarnya Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan penanggulangan Penyebaran Covid-19
Serta Kepmenkum Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Dengan keluarnya Permenkumham dan Kepmenkumham tersebut, Rutan Klas IIB Baturaja memulangkan sebanyak 45 Narapidana, untuk melakukan asimilasi di rumah. Pelaksanaan pemulangan WBP tersebut dilaksanakan dua kali, pelaksanaan pertama dilaksanakan pada tanggal 03 April 2020 dengan jumlah WBP yang di Asimilasikan sebanyak 25 orang. Dan pada hari ini Rutan Baturaja memulangkan sebanyak 20 orang.

Kepala Rutan Baturaja Royhan Al Faisal mengatakan “Pelaksanaan Asimilasi ini kita laksanakan sesuai dengan Permenkumham No 10 Tahun 2020, Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK/01.04.04, serta Surat Edaran Dirjenpas Nomor PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020. Pelaksanaan Asimilasi ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan covin 19 ini, bagu mereka (WBP) yang sudah memenuhi syarat Administratif dan syarat Substantif serta sesuai isi surat edaran kami berikan Asimilasi di rumah,” ujar Royhan

” rata-rata narapidana yang dipulangkan merupakan narapidana pidana umum yang sudah melewati setengah masa pidananya,” tambahnya.

Dalam keputusan Kemenkum HAM, pemulangan narapidana yang telah menjalani setengah masa tahanan ini akan berlangsung hingga 7 April. Pihak Rutan masih mendata narapidana yang akan melakukan asimilasi hingga 7 April mendatang.

Tujuan dari asimilasi di rumah ini, sebagai langkah penyelamatan narapidana di Lapas/Rutan dari penyakit COVID-19.

Selama asimilasi di rumah, narapidana tetap harus berkoordinasi dengan petugas Bapas dan melaporkan diri melalui media telepon kepada petugas yang telah ditunjuk oleh pihak Bapas dan diimbau untuk tetap berada di rumah.