40 WBP Rutan Baturaja Ikuti Sidang TPP

oleh
  • 75
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    75
    Shares

Humas_RutanBaturaja–Sebanyak 40 narapidana Kelas II B Baturaja mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Sidang TPP merupakan pelaksanaan pembinaan terkait percepatan pembebasan bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) bagi warga binaan.

Pagi hari ini Selasa (05/03), sebanyak 40 orang narapidana Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Baturaja dipanggil untuk mengikuti Sidang TPP. Ke 40 narapidana ini telah memenuhi syarat pengajuan PB dan CB.

Sidang ini dipimpin oleh Kepala Rutan Klas IIB Baturaja Herdianto,Amd.IP.,SH.,M.Si dan Ketua TPP Maini, SH.,MM selaku Kasibsi Pelayanan Tahanan, dihadiri oleh Petugas Bapas Lahat Ki Agus Zoelkarnain, serta seluruh anggota TPP Rutan Baturaja.
Sidang dilaksanakan di Ruang Rapat Rutan Baturaja, walau ruangan sederhana tetapi sidang tersebut tetap berjalan lancar dan tanpa gangguan.

Herdianto menyatakan bahwa kegiatan ini adalah proses pembinaan reintegrasi sosial bagi warga binaan di Rutan Baturaja yang telah masuk ke tahap minimum security, yang mana telah memenuhi syarat substantif dan administratif sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI no. 21 Tahun 2003.
“Dari 40 orang tersebut, sebanyak 20 orang diusulkan untuk mendapatkan PB , dan 20 orang akan diusulkan CB,”tegasnya.

Dijelaskan Maini bahwa dua syarat bagi warga binaan yang diusulkan PB dan CB, yakni syarat substantif terdiri dari delapan point diantaranya, pertama menunjukan kesadaran dan penyesalan atas kesalahannya, kedua menunjukan perkembangan budi pekerti yang baik, ketiga mengikuti segala bentuk kegiatan pembinaan, keempat berkelakuan baik selama menjalani pidana dan tidak pernah mendapatkan hukuman disiplin dan kelima telah menjalani 2/3 masa pidana, serta WBP harus hafal 10 surat Ayat pendek yang di tes langsung oleh tim TPP dan Petugas Bapas.

“Kemudian berikutnya adalah syarat administratif yang harus terpenuhi diantaranya pertama kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, kedua laporan litmas dari Bapas, ketiga laporan perkembangan pembinaan dari wali pemasyarakatan dan keempat Surat jaminan kesanggupan dari narapidana tidak akan melakukan pelanggaran hukum kembali, “terangnya.

Masih kata Maini, bahwa sidang akan terus dilaksanakan agar proses pembinaan dapat berjalan dengan baik serta warga binaan yang mengikuti sidang tersebut mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya selama menjalani pidananya di dalam Rutan.(Rbt)